Blog Mau MaE

Jurnal Informasi Terkini dan Terupdate

KKP: Stok Ikan Surplus Selama Ramadan Sampai Lebaran

2 min read

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan stok ikan nasional surplus selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 2022. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Muhammad Zaini Hanafi menyebut peningkatan volume produksi menyusul tingginya penerbitan izin perikanan tangkap dalam kurun waktu Januari hingga Maret 2022. Penerbitan izin meningkat 70 persen dibanding periode serupa tahun sebelumnya, yakni dari 1.414 menjadi 2.383 izin.

"Dengan banyaknya kapal yang aktif melaut saat ini, berarti itu juga akan identik dengan peningkatan produksi. Peningkatan produksi inilah yang kita gunakan untuk antisipasi kemeriahan Lebaran tahun ini,” kata Zaini. Ia menjelaskan kebutuhan ikan selama ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2022 mencapai 2,64 juta ton. Sedangkan perkirakan produksi perikanan mendekati 3 juta ton yang berasal dari perikanan tangkap dan perikanan budidaya.

"Mengacu pada data kebutuhan ikan menjelang puasa dan lebaran tahun tahun sebelumnya, stok ikan selalu mencukupi kebutuhan masyarakat bahkan surplus," Zaini. Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Tb Haeru Rahayu menambahkan peningkatan produksi juga terjadi di subsektor perikanan budidaya. Berdasarkan perkiraan, panen ikan budidaya secara nasional dari Januari hingga April mencapai 1,5 juta ton yang berlangsung di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimatan, Bali Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Pulau Maluku Papua.

“Dengan hasil panen itu, tentunya akan menambah stok ikan nasional selain dari perikanan tangkap, untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran tahun ini,” ujar Haeru. Komoditas perikanan budidaya memenuhi 30 sampai 50 persen kebutuhan ikan di tengah masyarakat. Sebagai contoh, share pemenuhan ikan budidaya di Pulau Sumatera mencapai 46,1 persen dengan komoditas utama lele, mas, nila, udang, vaname, dan patin.

"Tingginya jumlah produksi selama Ramadan diprediksi menjadikan harga ikan di pasar cenderung stabil. Jika pun terjadi kenaikan harga, kisarannya di angka 5 sampai 10 persen," imbuhnya. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widarti, banyaknya jenis ikan di pasar memberi kemudahan bagi masyarakat untuk memilih ikan dengan harga yang sesuai. Menurutnya, harga daging ayam dan sapi yang cenderung naik bisa digantikan dengan ikan.

Artati menegaskan bahwa ikan sangat mungkin menggantikan opor ayam yang selama ini identik sebagai makanan lebaran. “Enggak perlu ribut ribut atau galau, karena kalau daging mahal kenapa enggak beralih ke ikan. Ikan cukup terjangkau harganya dan dari sisi gizi sangat baik sekali,” ungkap Artati. Untuk menjamin pasokan ikan aman untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Lebaran, pihaknya bahkan telah melakukan pengecekan ke sejumlah cold storage yang dikelola pemerintah maupun swasta.

Leave a Reply

Your email address will not be published.